PENGGUNAAN
TEKNOLOGI ULTRA SUPERCRITICAL (USC)
DAN TRANSFORMASI PERUSAHAAN BATU BARA
Di negara berkembang seperti Indonesia permintaan
akan energy khususnya listrik sangat tinggi untuk menggenjot pertumbuhan
ekonomi di Negara tersebut. Dan sebagian besar kontribusinya masih di topang
oleh PLTU batu bara, peran batu bara belum tergantikan emas hitam itu adalah
sumber energy paling murah dan cadangannya sangat besar di Indonesia. Dulu PLTU
batu bara tidak sepenuhnya ramah lingkungan. Ketika di bakar akan menghasilkan
gas sufur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx). Gas SOx memicu terjadinya
hujan asam sementara NOx menghasilkan asam
nitrat. Keduanya berimplikasi buruk terhadap lingkungan.
Namun teknologi berkembang, banyak perbaikan yg
dilakukan oleh PLTU batu bara hingga kian lama ramah terhadap lingkungan. Salah satunya adalah
penerapan teknologi ulta supercritical
(usc) yg mampu menekan emisi Sox dan Nox. Bagaimana itu biasa terjadi ?
setidak – tidaknya lewat 2 hal. Pertama dengan efisiensi boiler yg lebih tinggi
sehingga konsumsi batu bara memakai teknologi USC lebih rendah. Di Jepang
J-Power adalah pembangkit listrik dengan teknologi USC, disana konsumsi batu
baranya hemat 20%.
Kedua, penggunaan batu bara yg ramah lingkungan. batu
bara Adaro dengan merk dagang Envirocoal tergolong batu bara rendah kandungan
sulfur dan debu. Sebagai perbandingan kandungan sulfur batu bara dari China
mencapai 0,75% dari India bisa 0,5% sementara Envirocoal 0,1%. Lalu kandungan
debu batu bara China 14,5 % - 26,5% dan India 40% - 50% sementara Envirocoal 1%
- 2%. Dua factor inilah yg menyebabkan PLTU batu bara lebih ramah lingkungan.
![]() |
| Sumber : Google image |
Di Jepang J-Power mengoperasikan PLTU Isogo yg berlokasi di Yokohama. Disana,
pemerintah kota Yokohama menerapkan aturan emisi yg sangat ketat. Emisi yg
dihasilkan PLTU Isogo tidak boleh melebihi emisi yg di hasilkan oleh pembangkit
listrik bertenaga gas yg terkenal sangat ramah lingkungan.
Dengan teknologi USC emisi dari PLTU Isogo terbukti
tidak lebih tinggi daripada pembangkit listrik tenaga gas. Di PLTU Isogo
cerobong asapnya mengeluarkan asap yg sangat tipis. Bahkan mereka memerangkap
debu nya sedemikian rupa dan dijadikan bahan baku pembuatan semen.
Di Indonesia teknologi USC akan diaplikasikan di
PLTU Batang yg akan beroperasi pada tahun 2020 nanti. PLTU Batang berkapasitas
2 X 1.000 megawatt (MW) dibangun oleh Bhimasena Power Indonesia yg merupakan
perusahaan konsorsium antara Adaro Energy dengan J-Power dan Ithocu Corp.
Proyek ini bakal memangkas kesenjangan antara pasokan dengan permintaan listrik
di system kelistrikan Jawa-Bali yg memasok listrik untuk wilayah Jawa-Madura
dan Bali.
![]() |
| Sumber : Google image |
Di sisi lain perusahaan batu bara seperti Adaro
energy juga bertransformasi yakni memanfaatkan sel surya sebagai listrik di
kawasan pertambangan. Sekurang-kurangya ada 2 manfaat yg diperoleh. Yakni,
pertama dalam jangka pendek PLTS tersebut mampu menurunkan konsumsi solar
hingga 178.277 liter pertahun jumlah yg tidak sedikit. Yang kedua PLTS ini
investasi yg penting untuk menyiapkan bisnis di masa depan dengan penguasaan
teknologi.
Pada tahun 2017 Adaro ikut dalam tender proyek PLTS
milik PLN di wilayah Sumatra dari 6 proyek PLTS Adaro ikut tender untuk 5
proyek dengan begitu Adaro mulai bertransformasi ke bisnis energy baru
terbarukan (EBT) sebagai bisnis energy di masa depan.


Komentar
Posting Komentar