Perajalanan Satu Dekade

Long timee no write, akhirnya 1 dekade perjalanan yg lumayan panjang. Melewati naik turunnya dinamika kehidupan. Serentetan perjalanan yang panjang sampai ketitik sekarang ini meskipun ya masih begini-begini aja wkwkw. Semoga dapat merefleksikan perjalanan saya selama ini. 


Plot :

2014 - 2016 Palangkaraya

2017 - 2019 Karawang

2019 - 2022 Bekasi

2022 - Sekarang 31/10/22 Bekasi


2014 - 2016

Tahun dimana untuk pertama kalinya kerja merantau yg cukup jauh yaitu di kota Palangkaraya Kalimantan Tengah sebagai seorang remaja yg hanya lulusan SMK mau tidak mau harus bekerja untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Yaa walaupun saya anak terakhir dari orang tua saya tidak mau membebani keluaraga. Sebenarnya dulu sempat diterima di salah satu pabrik dikarawang tapi karena hanya sebagai operator produksi saya memutuskan resign selang seminggu ketika saya sampai dikarawang. Dulu punya idealisme ketika menjadi operator produksi skill apa yg saya bisa dapatkan tapi saya masuk ke lembah perjuangan yg lebih dalam. Di palangkaraya saya sebagai mekanik di sebuah dealer mobil Chevrolet. Disana tidak banyak yang saya bisa lakukan karena kotanya yang sepi & minimnya akses infromasi. Momen yg paling saya tidak pernah lupakan adalah pulang kampung setelah 1,5 tahun lamanya merasa tidak percaya akhirnya saya bisa bertemu dengan keluarga setelah sekian lamanya. Kemudian momen duka tiba yakni dibulan septembar 2016 bapak saya meninggal karena sakit jantung. Setelah berunding dengan keluarga akhirnya saya resign dibulan Desember 2016, ketika itu saya masih ingat resign dengan menangis tersedu-sedu. Salah satu pelajaran yg bisa diambil disini adalah saya harus mandiri & jangan pernah mengandalkan orang lain.




2017 - 2018

Setelah resign otomatis saya belum mendapatkan pekerjaan alias nganggur, kemudian saya nekat merantau ke Bekasi untuk mencari pekerjaan karena dalam benak saya mimpi-mimpiku bisa tercapai kalau berada di daerah ini. Tapi tidak semudah itu fergusoo, saya ternyata harus menganggur 4 bulan lamanya karena pilih-pilih pekerjaan. Idealisme saya masih tidak mau untuk menjadi operator produksi, berkali-kali interview gagal hingga akhirnya kepepet karena kebutuhan & mendekati hari lebaran akhirnya saya ambil.

Awalnya saya interview sebagai maintenance tapi gagal karena ketidak pahaman di elektrikal, pada saat interview user saya ditanya berapa tegangan listrik rumah tangga saja saya tidak tahu. Inilah salah penyebab saya mengambil kuliah teknik elektro, di tahun 2017 awal saya masuk kuliah. Bisa kuliah adalah mimpi saya daridulu, ditengah-tengah kesibukan bekerja saya harus menyempatkan kuliah di hari kamis, jumat & sabtu. Perjalanan karawang - cibitung pun harus ditempuh pada hari-hari saat kuliah. Salah satu momen yg masih saya ingat adalah ketika hari sabtu tiba - tiba saya ada lembur dadakan yakni jam 7 sore sampe jam 1 pagi padahal keesokan harinya saya harus pratikum di kampus A di Jatiwaringin. Setelah lembur selesai yakni jam 1 pagi saya harus langsung ke cibitung karena biasanya saya nginep dirumah teman baru tidur jam setengah 3 pagi dan harus bangun jam 6 untuk berangkat ke kampus A yg jaraknya cukup jauh. 


2019 - 2020

April 2019 adalah bulan terahkir saya bekerja di karawang karena habis kontrak padahal untuk masalah absensi 0 selama 2 tahun hanya terlambat 5 menit, cukup kecewa tapi ya sudahlah toh masih muda & belum punya tanggungan. Saya menganggur lagi saat bulan Ramadhan & saya memutuskan untuk pulang kampung terlebih dahulu sambil melamar pekerjaan online. Syukurlah tidak lama setelah lebaran saya sudah mendapatkan pekerjaan lagi di daerah manggarai. Awal-awal cukup shock dengan tampilan orang-orang yg bekerja di ibukota karena cukup stylish & sangat percaya diri. Dari situ saya mulai menyesuaikan tampilan saya agar tidak terlihat terlalu aneh. Saat bekerja di Jakarta saya kos bareng teman di daerah cibitung alhamdulilahnya dekat dengan kampus saya jadi lebih bisa sering hadir mengikuti mata kuliah di kelas. Bekerja di jakarta adalah awal-awal saya belajar secara langsung mengenai elektrikal & beruntungnya saya dapat mandor yg tidak pelit ilmu. Kemudian saya memutuskan untuk mengikuti kursus PLC di karawang dengan biaya sekitar 2,2 juta waktu itu cukup mahal tapi tidak masalah untuk sebuah ilmu karena saya merasa tidak paham sama sekali tentang PLC. Ada satu momen yg sangat saya ingat jadi saya ambil kursus itu biasanya setelah pulang kerja jadi saya sampai stasiun tambun itu sekitar jam 18.20 kemudian saya lanjut naik motor langsung ke otw karawang sekitar pukul 19.30 kemudian kursus dimulai jam 20.00 hingga jam 23.00 ketika hendak pulang hujan turun jadi saya mau gak mau nekat pakai jas hujan langsung balik ke cibitung sampai cibitung hampir jam 00.30 dengan keadaan basah kuyup. Dalam hati saya orang-orang lain sudah terlelap tidur tapi masih harus berjuang mencari ilmu tapi yasudahlahh itu bagian daripada proses.  


2021

Ini adalah tahun terakhir saya kuliah, semua proses yang telah dilalui sebelumnya. Belajar dari satu tempat ke tempat lain tentang automation khususnya, sudah mulai bisa support project dalam hal design HMI yg cukup handal pada waktu itu. Kemudian tiba lah saat pembuatan TA karena kegelisahan saya kurangnya IoT dalam bidang industri saya memutuskan untuk membuat TA tersebut. Alhamdulilahnya alat tersebut menyabet peringkat 2 dalam pameran internal kampus melawan lebih dari 30 project lainnya. Gak nyangka sih sebenarnya bisa menang dalam benak hati saya tidak sia-sia saya belajar selama ini. Alhamdulilah semua proses lancar hingga saya bisa di wisuda pada bulan desember. Sedihnya saya wisuda tanpa didampingi keluarga saya hanya sendirian menghadiri wisuda tersebut. 


2022  

Ini adalah turning point saya, di akhir bulan april tiba-tiba saya dapat telepon dari seorang manager HRD. Beliau tertarik dengan lamaran saya kemudian di selasa siang itu saya di interview secara singkat kemudian dilanjut interview ke 2 di hari jumat. Fun fact saya diberi tahu oleh beliau untuk mempelajarai cara pembuatan batterai, saya mencari tahu tersebut lewat internet dan saya pelajarai saat senggang. Tiba lah di hari jumat jadwal interview jam 8 pagi disalah satu tower di SCBD saya mulai berangkat dari kosan jam 5 pagi sampai di stasiun jam 7an. Saya menyempatkan untuk membeli sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan di SCBD. Tibalah di SCBD kemudian mengisi absensi kehadiran ternyata saya interview pertama kali. Dengan cukup percaya diri saya memasuki ruangan interview ternyata didalam sudah ada 8 orang yaitu 5 orang korea dengan jabatan CPO, CTO, GM & 3 orang indo sebagai HRD. Mungkin karena doa ibu, saya interview cukup tenang menjawab berbagai pertanyaan yg dilontarkan. Setelah sekitar 30 menit akhirnya saya keluar dari ruangan interview, dengan santainya setelah interview saya malah menyeduh teh. Seminggu kemudian saya dapat telfon dari HRD bahwa saya lolos & diterima bekerja. Dan saya dapat kesempatan untuk training di Korea selama 3 bulan dari juni - september. Dulu keluar negeri mungkin hanya bisa dilihat dari layar handphone ataupun tv tapi ternyata bisa menjadi kenyataan. Banyak hal yg bisa dipelajari selama di Korea yaitu menjadi kaum minoritas, sangat banyak makanan mengandung babi & adanya perbedaan budaya. Sisi positivenya adalah kota - kotanya sangat tertata, rapi, bersih, mendahulukan orang yg menyebrang hal-hal yg perlu perlu dicontoh. Sampai pada titik ini saya ingin berterima kasih kepada ibu saya atas doa-doanya & support yg diberikan selama ini, untuk alm. Bapak saya semoga bangga. Mungkin sekian untuk blog kali ini dilanjut di blog selanjutnya. 

Terima kasih



Komentar